Minggu, 30 Juli 2017

Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Menggunakan Bibit Hasil Kultur Jaringan Dengan Metode Longline di Perairan Bungin Permai, Kecematan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara



ABSTRAK
Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Menggunakan Bibit Hasil Kultur Jaringan Dengan Metode Longline di Perairan Bungin Permai, Kecematan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara

Rumput laut K. alvarezii menggunakan bibit hasil kultur jaringan terbukti dapat meningkatkan laju pertumbuhan hasil produksi dalam budidaya rumput laut. Praktek Kerja Lapang (PKL) ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan spesifik (LPS) rumput laut dari hasil kultur jaringan di Perairan Bungin Permai. Metode yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode longline dengan panjang bentangan tali 50 m dan jarak tanam antar bibit 10 cm dengan berat awal bibit 10 g hingga 35 hari masa pemeliharaan. Penghitungan laju pertumbuhan dari K. alvarezii ditentukan dengan menggunakan rumus perhitungan LPS. Hasil yang diperoleh ini menunjukan bahwa LPS rata-rata dari rumput laut yaitu 3,92%/hari atau masih termasuk dalam ketegori baik dengan rasio konversi 4,78% atau 1:4.

1 komentar: